Kamis, 08 Oktober 2009

observasi kesehatan mental PSK

observasi terhadap latar belakang kehidupan PSK

Dewasa ini semakin sempit sekali lahan pekerjaaan di ibu kota, ditambah dengan tingkat pendidikan masyarakat yang rendah. saya mencoba mengobservasi kehidupan Pekerja Seks Komersial di salah satu kawasan Prumpung Jakarta Timur. saya menciba bertanya kepada 7 orang Psk di sana, saya mendapatkan hasil bahwa 5 orang dari mereka beralasan bahwa mereka melakukan pekerjaan sebagai PSK karena kondisi ekonomi serta pendidikan yang rendah. dan 2 lainnya beralaan bahwa mereka terjebak pada situasi tersebut dan akhirnya mereka menjalani kehidupan seperti itu.
Apabila ditanya apakah mereka ingin berhenti, mereka ingin namun mereka meraSa minder dan malu terhadap lingkungan sekitarnya. mereka merasa dikucilkan dan dipandang "kotor" oleh orang-orang sekitar.
Penghasilan yang mereka dapatpun kata mereka sangat cukup untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Mereka juga tidak lupa untuk menyisihkan uang untuk perawatan organ intim mereka.
"begini-begini gue juga gag mau kena penyakit kelamin, gue sich selalu pake pengaman." itu salah satu kutipan dari seorang PSK bernama Anti 22 tahun (nama samaran). ia masih memikirkan kesehatan dan keamanan organ reproduksi yang menjadi "modal"nya.

Ini merupakan realita ibu kota yang perlu kita renungi. Dan seharusnya kita tidak membedakan pekerjaan mereka, seharusnya kita menolong mereka, memberikan dukungan dan semangat untuk beralih dari pekerjaan yang rendah tersebut.

2 komentar:

  1. bagaimana dampak psikologis seorang mantan PSK??

    BalasHapus
  2. bisa dijelasin ga gmn emosional keluarga Psk yang mengetahui salah satu anggota keluarganya menkadi PSK?

    BalasHapus