Minggu, 14 Maret 2010

Gejala Aautisme

Karin Nelson, ahli neorology Amerika mengadakan menyelidiki terhadap protein otak dari contoh darah bayi yang baru lahir. Empat sampel protein dari bayi normal mempunyai kadar protein yang kecil tetapi empat sampel berikutnya mempunyai kadar protein tinggi yang kemudian ditemukan bahwa bayi dengan kadar protein otak tinggi ini berkembang menjadi autisme dan keterbelakangan mental. Nelson menyimpulkan autisme terjadi sebelum kelahiran bayi.

Saat ini, para peneliti dan orang tua anak penyandang autisme boleh merasa lega mengingat perhatian dari negara besar di dunia mengenai kelainan autisme menjadi sangat serius. Sebelumnya, kelainan autisme hanya dianggap sebagai akibat dari perlakuan orang tua yang otoriter terhadap anaknya. Disamping itu, kemajuan teknologi memungkinkan untuk melakukan penelitian mengenai penyebab autisme secara genetik dan metabolik. Pada bulan Mei 2000 para peneliti di Amerika menemukan adanya tumpukan protein didalam otak bayi yang baru lahir yang kemudian bayi tersebut berkembang menjadi anak autisme. Temuan ini mungkin dapat menjadi kunci dalam menemukan penyebab utama autisme sehingga dapat dilakukan tindakan pencegahannya.

Penyebab Autisme

Jumlah anak yang terkena autisme makin bertambah. Di Canada dan Jepang pertambahan ini mencapai 40 persen sejak 1980. Dengan adanya metode diagnosis yang kian berkembang hampir dipastikan jumlah anak yang ditemukan terkena Autisme akan semakin besar. Jumlah tersebut diatas sangat mengkhawatirkan mengingat sampai saat ini penyebab autisme masih misterius dan menjadi bahan perdebatan diantara para ahli dan dokter di dunia.

Sebagai contoh, perdebatan yang terjadi akhir akhir ini berkisar pada kemunkinan penyebab autisme yang disebabkan oleh vaksinasi anak. Peneliti dari Inggris Andrew Wakefield, Bernard Rimland dari Amerika mengadakan penelitian mengenai hubungan antara vaksinasi terutama MMR (measles, mumps rubella ) dan autisme. Penelitian lainnya membantah hasil penyelidikan tersebut tetapi beberapa orang tua anak penyandang autisme tidak puas dengan bantahan tersebut. Jeane Smith (USA) bersaksi didepan kongres Amerika : kelainan autis dinegeri ini sudah menjadi epidemi - saya dan banyak orang tua anak penderta autisme percaya bahwa anak mereka yang terkena autisme disebabkan oleh reaksi dari vaksinasi.

Banyak pula ahli melakukan penelitian dan menyatakan bahwa bibit autisme telah ada jauh hari sebelum bayi dilahirkan bahkan sebelum vaksinasi dilakukan. Kelainan ini dikonfirmasikan dalam hasil pengamatan beberapa keluarga melalui gen autisme. Patricia Rodier, ahli embrio dari Amerika bahwa korelasi antara autisme dan cacat lahir yang disebabkan oleh thalidomide menyimpulkan bahwa kerusakan jaringan otak dapat terjadi paling awal 20 hari pada saat pembentukan janin. Peneliti lainnya, Minshew menemukan bahwa pada anak yang terkena autisme bagian otak yang mengendalikan pusat memory dan emosi menjadi lebih kecil dari pada anak normal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gangguan perkembangan otak telah terjadi pada semester ketiga saat kehamilan atau pada saat kelahiran bayi.

Gejala Autisme

Mengenali Gejala Autisme

  • Autisme adalah gangguan perkembangan yang sangat kompleks pada anak-anak, bisa berupa gangguan bicara dan bahasa, interaksi sosial, dan perilaku. Gejalanya tampak sebelum sikecil berusia 3 tahun/
  • Tidak memiliki rasa tertarik kepada anak-anak lain.
  • Tidak pernah menggunakan telunjuk untuk menunjuk rasa tertariknya pada sesuatu.
  • Tidak pernah menatap mata Anda lebih dari 1-2 detik.
  • Dia tak pernah meniru Anda yang sedang membuat raut wajah tertentu.
  • Tidak memberikan reaksi bila namanya dipanggil.
  • Bila anda menunjuk pada sebuah mainandisisi lain ruangan, dia tidak pernah melihat pada mainan tersebut.
  • Tidak pernah bermain sandiwara boneka, entah itu pura-pura menyuapi boneka atau bicara ditelepon, dll

definisi Autisme

Autisme adalah gangguan perkembangan kompleks yang mempengaruhi perkembangan otak normal dan kemampuan berkomunikasi. rangkaian umum dalam autisme termasuk gangguan interaksi sosial, gangguan komunikasi baik verbal maupun non-verbal, gangguan proses informasi dari panca indera, dan pola tingkah laku yang terbatas ataupun berulang-ulang.Autisme ditemukan di setiap negara dan daerah di dunia dan dalam keluarga semua ras, etnik, agama, dan latar ekonomi. inilah yang menjadikannya sebuah kebutuhan untuk melihat lebih akurat gejala-gejala ASD. lebih awal gejala ini didiagonosa, lebih cepat si anak dapat tertolong melalui perawatan intervensi. Pediatrisi, psikolog keluarga, guru, perawat, dan orang tua yang dapat “menghilangkan” tanda ASD, serta secara optimis berpikir bahwa si anak hanyalah sedikit lambat dan dapat mengejarnya. walaupun intervensi lebih awal memiliki dampak yang luar biasa untuk mengurangi gejala dan meningkatkan kemampuan anak untuk berkembang dan belajar kemampuan baru, diperkirakan kurang dari 50% anak yang terdiagnosa sebelum masa kanak-kanak.