Senin, 28 Desember 2009

arti kesehatan mental

arti kesehatan mental
kesehatan mental menurut saya adalah keadaan dimana mental seseorang tidak mengalami gangguan psikologis. selain itu mental yang sehat adalah mental yang mampu menyesuaikan emosi dengan keadaan yang di hadapinya. orang yang tidak mampu mengendalikan emosi atau pikirannya dapat di golongkan mentalnya tidak sehat karena ia membiarkan masalah yang menyebabkan timbulnya stres ataupun depresi mengganggu pikiranya.
maka dari itu kesehatan mental perlu di jaga agar terhindar dari ganggua psikologis.

Kamis, 19 November 2009

Bunuh Diri

Bunuh Diri adalah salah satu fenomena yang telah mewabah di masyarakat kita. Kita acap kali menjumpai kasus bunuh diri di berbagai media massa. ini merupakan pemandangan yang memiriskan hati, sebab ini terjadi di kalangan semua umur, baik pada usia produktif ataupun usia yang tidak lagi produktif. bunuh diri juga di latar belakangi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal.
berikut adalah teori tentang bunuh diri oleh Emile Durkheim (1858-1971)
jenis bunuh diri :

Bunuh diri egoistis : disebabkan oleh egoisme yang tinggi pada orang yang bersangkutan. Egoisme adalah sikap individu yang tidak berintegrasi dengan grupnya, kelompoknya, kumpulannya, kumpulan agama dan sebagainya. Kalaupun ia berada dalam sebuah grup ia tidak total berada di dalamnya. Hidupnya tertutup untuk orang lain. Ia mengalienasi diri. Ia terutama memikirkan dan mengusahakan kebutuhannya sendiri. Tujuan hidupnya demi kepentingan dirinya sendiri.

Orang yang egoismenya tinggi begini ketika mengalami krisis tidak bisa menerima bantuan moral dari grupnya. Ia sendirian, tanpa relasi dan berada di luar grupnya. Kesendirian dan kesepiannya tak teratasi. Dunia menjadi gelap. Ia dengan mudah bisa terjerumus oleh sikapnya yang sudah egois untuk mengakhiri hidupnya. Orang yang egois cenderung untuk melihat segala sesuatu dari ukurannya sendiri, tanpa memandang dunia yang ternyata tidak hanya seluas daun kelor.

Bunuh diri altruistis : sebagai kebalikan dari bunuh diri egoistis. Individu terlalu berlebihan dalam integrasi dengan grup atau kelompoknya hingga di luar itu ia tidak memiliki identitas. Kelompoknya adalah identitasnya. Pengintegrasian yang berlebihan biasanya berdimensi memandang hidup di luar grup atau dalam pertentangan dengan grup sebagai tidak berharga. Dalam konteks ini Durkheim mengambil contoh konkret orang yang suka mati syahid daripada menyangkal agamanya dan para prajurit dan perwira yang berani mati gugur demi keselamatan nusa dan bangsa. Esprit de corps kuat! Kalau seorang anggota, yang berintegrasi kuat dengan grupnya, mengalami suatu hal yang membuat hidupnya dengan hormat tidak mungkin lagi di dalam grup, ia akan lebih cenderung mengakhirinya.

Bunuh diri akibat anomi : Anomi atau normlessness adalah keadaan moral dimana orang yang bersangkutan kehilangan cita-cita, tujuan dan norma dalam hidupnya. Nilai-nilai yang biasa memotivasi dan mengarahkan perilakunya sudah tidak berpengaruh. Adapun penyebab yang sering dijumpai yaitu musibah dalam bentuk apapun. Kehadiran musibah menghantam cita-cita, tujuan dan norma hidupnya sehingga ia mengalami kekosongan hidup. Hidup terasa tidak berharga. Pada kontek inilah, di Indonesia kasus bunuh diri meningkat tajam sehingga orang rela bunuh diri dengan membakar diri, gantung diri, minum racun dan sebagainya. Banyak orang kehilangan cita-cita, tujuan dan norma dalam hidupnya.

Keadaan anomi melanda masyarakat karena adanya perubahan sosial yang terlalu cepat. Nilai-nilai tradisional tidak mampu menjawabi persoalan-persoalan yang lahir dari perkembangan zaman. Di sisi lain juga dijumpai fakta bahwa suatu masyarakat yang tidak tidak peduli dan menjarak dari masa lampau dengan mengutamakan masa depan akan mudah terjerumus pada anomi. Dengan demikian perlu keseimbangan dalam melihat nilai-nilai yang ditawarkan oleh dunia. Nilai-nilai yang ditawarkan agama dari hari ke hari juga harus dinamis sesuai tuntutan jaman.


Sebab bunuh diri menurut Supratiknya (1995)
1. Depresi
2. krisis dalam hubungan interpersonal
3. kegagalan dan devaluasi diri
4. Konflik batin
5. Kehilangan makna dan harapam hidup
OBSESIF KOMPULSIF
Obsesif Kompulsif adalah suatu gangguan kejiwaan dimana seseorang berulang-ulang memikirkan hal-hal yang terasa mengganggu benaknya sehingga ia terpaksa melakukan suatu hal yang tidak penting berulang-ulang.
penderita obsesif kompulsif biasanya adalah orang yang minder, merasa tiak aman, dan mudah merasa salah.
Colhoun dan Acocella (1990) mengatakan pikiran obsesif sering bersifat agak mengeruhkan.

Saya mengambil kasus pada seorang teman yang mengidap gangguan obsesif kompulsif, dimana dia senantiasa berpikiran tangannya dipenuhi bakteri atau kuman sehingga ia senantiasa mencuci tangannya berulang kali dalam jeda waktu yang berdekatan. selain itu ia juga membersihkan barang-barang yang akan ia gunakan dengan cairan pembersih miliknya atau dengan tissue dengan alasan mensterilkan. contonya sendok,handphone dan lainnya.

Sebenarnya mereka menyadari bahwa mereka tidak mempunyai alasan dari ketakutan mereka dan tidak dapat pula dikatakan sebagai kepentingan objektif untuk tetap melakukan atau mengecek apaun berulang-ulang. mereka terpaksa menakukan kegiatan berulang-ulang dimungkinkan karena ada kecemasan yang luar biasa.

Kamis, 08 Oktober 2009

perbedaan teori behaviorisme psikoanalisis dan humanistik

behaviourisme

Memandang manusia sebagai mesin (homo mechanicus)
yang dapat dikendalikan perilakunya melalui suatu pelaziman (conditioning). Sikap yang diinginkan dilatih terus-menerus Aliran behaviourisme tidak memperhitungkan faktor pengalaman subjektif masing-masing individu (cinta, keberanian, keimanan, harapan dan putus asa). Jadi aliran ini gagal memperhitungkan kesadaran manusia dan motif-motif tidak sadarnya.


Psikoanalisis

Psikoanalisis disebut sebagai depth psychology
yang mencoba mencari sebab-sebab perilaku manusia pada alam tidak sadarnya. Tokoh dari aliran ini adalah Sigmund Freud seorang neurolog berasal dari Wina, Austria akhir abad ke-19. Aliran ini berpendapat bahwa manusia adalah makhluk yang berkeinginan (homo volens).. Terdapat peristiwa mental yang kita sadari dan tidak kita sadari namun bisa kita akses (preconscious) dan ada yang sulit kita bawa kea lam tidak sadar (unconscious). Di alam tidak sadar inilah tinggal dua struktur mental yang ibarat gunung es dari kepribadian kita, yaitu:
  1. Id, adalah berisi energi psikis, yang hanya memikirkan kesenangan semata.
  2. Superego, adalah berisi kaidah moral dan nilai-nilai sosial yang diserap individu dari lingkungannya.
  3. Ego, adalah pengawas realitas.
Humanistik

Aliran ini muncul akibat reaksi atas aliran behaviourisme dan psikoanalisis. Kedua aliran ini dianggap merendahkan manusia menjadi sekelas mesin atau makhluk yang rendah.
  1. Memusatkan perhatian pada person yang mengalami dan karenanya berfokus pada pengalaman sebagai fenomena dalam mempelajari manusia
    Menekankan pada kualitas-kualitas yang khas manusia, seperti memilih, kreativitas, menilai, dan realisasi diri, sebagai lawan dari pemikiran tentang manusia yang mekanistik dan reduksionistik
    Menyandarkan diri pada kebermaknaan dalam memilih masalah-masalah yang akan dipelajari dan prosedur-prosedur penelitian yang akan digunakan serta menentang penekanan yang berlebihan pada objektivitas yang mengorbankan signifikansi.
    Memberikan perhatian penuh dan meletakkan nilai yang tinggi pada kemuliaan dan martabat manusia serta tertarik pada perkembangan potensi yang inheren pada setiap individu. Memang individu sebagaimana dia menemukan dirinya sendiri serta dalam hubungannya dengan individu-individu lain dan dengan kelompok-kelompok sosial.

perbedaan teri psikoseksual dan psikososial

psikoseksual oleh Freud
teori psikoseksual oleh Freud menekankan bahwa Freud mengembangkan teknik psikoanalisa sebagai suatu metode penyembuhan penyakit kejiwaan. Erikson mengembangkan teori tahap- tahap perkembangan dengan menekankan pada aspek-aspek perkembangan sosial.

observasi kesehatan mental PSK

observasi terhadap latar belakang kehidupan PSK

Dewasa ini semakin sempit sekali lahan pekerjaaan di ibu kota, ditambah dengan tingkat pendidikan masyarakat yang rendah. saya mencoba mengobservasi kehidupan Pekerja Seks Komersial di salah satu kawasan Prumpung Jakarta Timur. saya menciba bertanya kepada 7 orang Psk di sana, saya mendapatkan hasil bahwa 5 orang dari mereka beralasan bahwa mereka melakukan pekerjaan sebagai PSK karena kondisi ekonomi serta pendidikan yang rendah. dan 2 lainnya beralaan bahwa mereka terjebak pada situasi tersebut dan akhirnya mereka menjalani kehidupan seperti itu.
Apabila ditanya apakah mereka ingin berhenti, mereka ingin namun mereka meraSa minder dan malu terhadap lingkungan sekitarnya. mereka merasa dikucilkan dan dipandang "kotor" oleh orang-orang sekitar.
Penghasilan yang mereka dapatpun kata mereka sangat cukup untuk kebutuhan sehari-hari mereka. Mereka juga tidak lupa untuk menyisihkan uang untuk perawatan organ intim mereka.
"begini-begini gue juga gag mau kena penyakit kelamin, gue sich selalu pake pengaman." itu salah satu kutipan dari seorang PSK bernama Anti 22 tahun (nama samaran). ia masih memikirkan kesehatan dan keamanan organ reproduksi yang menjadi "modal"nya.

Ini merupakan realita ibu kota yang perlu kita renungi. Dan seharusnya kita tidak membedakan pekerjaan mereka, seharusnya kita menolong mereka, memberikan dukungan dan semangat untuk beralih dari pekerjaan yang rendah tersebut.

phobia

Phobia merupakan rasa ketakutan yang berlebihan terhadap suatu benda, situasi, atau kejadian.Jenis phobia pun macam-macam, ada yang takut ketinggian, takut gelap, takut naik lift, takut naik pesawat terbang,takut binatang berbulu dll.ternyata penyebab phobia juga macam-macam.Biasanya, orang yang phobia terhadap sesuatu merasakan gejala eperti :
- Rasa pusing
- Susah untuk bernafas
- histeris
- Tidak sadarkan diri
- Merasa tidak berada di alam kenyataan
- Takut akan kematian

salah satu contohnya adalah saya sendiri, sayw phobia terhadap binatang berbulu, khususnya kucing. saya merasa sangat takut bila hewan tersebut berada di dekat saya. biasanya saya langsung menjauh atau meminta tolong kepada teman untuk menjauhkan kucing tersebut dari saya.
untuk mengatasi phobia menurut aya adalah harus menanamkan keberanian untuk tidak takut pada hal-hal tertentu selain itu juga diperlukan pendekatan dengan hal yang di phobiakan.